Hidup Satu Kali Lagi

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah yang tak terhingga karena masih memberikan kesempatan hamba ini untuk hidup 'satu' kali lagi

Kenapa 'satu' kali lagi? Emangnya udah pernah ngerasain mati terus hidup lagi kah?

Bukan.. bukan gitu, tapi lebih tepatnya tepat setahun yang lalu saya pernah berada di posisi paling down selama di dunia ini

Waktu itu saya mengalami gejala yang tiba-tiba, tangan kiri dan beberapa anggota badan saya sulit digerakkan, mulut saya pelo, dan pikiran saya rada konslet alias ngelantur ngomongnya

Waktu itu memang load kerjaan lagi padat-padatnya memasuki akhir tahun.

Jadi saya kadang masih ngerjain kerjaan atau zoom sampai jam 10 malam, sabtu minggu kadang saya masih kejar deadline,,, astaghfirullah begini bgt ya kehidupan dunia kerja yang tidak pernah diceritakan orang tua kita, salutt deh sama perjuangan Umi dan almarhum Abi yang selalu semangat dan ikhlas menghidupi kami anaknya huhu, semoga bisa membalas pengorbanan Umi dan almarhum Abi dan membuat mereka bangga ya Allah…

Okee singkat cerita, dengan gejala yang saya alami itu, saya dianter ke klinik deket rumah. Dokter klinik pun dengan cepat ngasih penanganan dan rujukan. Karena kata dokter saya mengalami gejala stroke (ringan), jadi kalau dalam 1 hari ini obatnya engga ampuh, tangan kiri saya masih blm bisa gerak, langsung bawa saja ke RS Pusat Otak nasional (PON)

Dan singkat cerita lagi, akhirnya saya dibawa di RS PON dan akhirnya saya didiagnosis kena penyakit TB Meningitis sehingga dirawat 14 hari di ruang isolasi. Selama di RS PON, saya akhirnya percaya bener kata orang SEHAT itu MAHAL guys, MAHAL bukan karena duitnya yang dibayar tapi tidak selamanya kesembuhan itu bisa dibayar pakai duit.

Saat diisolasi disana, saya selalu berdoa

"Ya Allah berilah kesembuhan untukku, ya Allah aku janji jika tangan kiriku bisa digerakkan lagi, akan aku pakai untuk kembali berjuang di jalan-Mu lagi dan aku ingin bersujud lebih lama untuk-Mu lagi, ya Allah kabulkanlah permohonanku"

Singkat cerita, Allah kabulkan permohonanku, perlahan tapi pasti tangan saya sudah bisa menggenggam benda lagi, dan alhamdulillah saya sudah diijinkan pulang oleh dokter. Setelah pulang, ternyata rasa sakit sebenarnya adalah ketika keluar dari RS, dimana kalau di RS itu saya diberikan antibiotik/diinfus setiap harinya, dan di rumah itu engga, paling dikasih obat semacem paracetamol dan itu engga mempan nahan sakit kepalanya sama sekali Efeknya pasca pulang dari RS, saya cuman bisa bedrest a.k.a tiduran menahan rasa sakit di kepala saya, sekali-kali saya sempat menangis karena saking engga kuatnya menahan sakit ini.

Tapi, yang saya yakini, jika sakit ini dapat jadi penggugur dosa saya dan dapat menaikkan derajat saya di mata-Mu, insyaAllah saya ridha dengan ketetapan ini ya Allah. Nabi SAW juga bersabda,

“Tidaklah seorang Muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.”
(HR. Muslim)

Dan tepat satu tahun ini, Alhamdulillah saya bisa mengabadikan kisah ini di blog yang berarti Allah masih berikan saya 'waktu' untuk menebus dosa-dosa saya di dunia dan berusaha menjadi sebenar-benar hamba-Nya yang bertakwa, amiiinn  mohon bantu dan doakan saya ya netizen yang budiman hehe

Preview Bukunya

Ohh ini judul tulisan ini sebenarnya merupakan judul dari buku Teh Qonitt yaitu Hidup Satu Kali Lagi, yang sebenarnya sedang lagi saya baca, isinya masyaAllah, setiap lembarannnya benar-benar menginspirasi saya untuk semakin mendekat kepada-Nya, semoga berkah dari ilmunya yang disampaikan jadi amal jariyah yang tak terputus ya teh..

Eitss terkait amal jariyah nihh, gw jd malah insecure huhu, salut deh sama orang-orang yang sudah punya 'investasi' a.k.a amal jariyah yang tidak pernah putus jika kita wafat. Amal jariyah berdasarkan hadits Nabi itu

"Ketika seorang manusia meninggal dunia, maka amalannya terputus kecuali tiga hal, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at, dan anak shaleh yang mau mendo’akannya."
(HR. Muslim)

Kelak di Akhirat, apabila ibadah diri kita sendiri itu tidak ada nilai ibadahnya di mata Allah a.k.a nilainya sangat rendah maka ibadah-ibadah lain seperti amal jariyah-jariyah ini bisa menambal amal kita, yang akan bantu memperberat timbangan amal ibadah kita..

Ingin sekali jadi orang yang sukses seperti yang Al-Qur'an sebutkan,

"Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka barangsiapa berat timbangan (kebaikan)nya, mereka itulah orang yang beruntung."
(QS. Al-A'raf Ayat 8)

Bismillah yuk bisa yukk tetap semangat dan istiqomah meniti jalan kebaikan dimana pun kita berada yaa, semoga Allah meridhai kita semua :)

Okee sepertinya cukup sekian yaa..
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Posting Komentar

0 Komentar