Menangis mendengar nasyid di YouTube ini, betapa banyaknya negara (mayoritas) Muslim tapi tidak bisa membendung negara Israel. Perang 6 Hari Arab-Israel 1967 pun berujung kekalahan dan Palestina semakin terkikis wilayahnya.
Pertanyaannya, apakah Arab serius perangnya? Setelah diusut-usut dan mencoba
membaca sejarah (lewat google dan wiki). Ternyata kala itu mereka berperang
atas kebanggaan duniawi, ego nasionalisme, terbesit di pikiran "Cara
Ekonomi" mereka, jika Al-Quds nanti dibebaskan, siapa yang akan menguasai
"Kota Suci 3 Agama" ini.
Mereka berperang bukan sebagaimana Salahuddin Al-Ayyubi, Umar bin Khattab dan
Khalid bin Walid dengan keimanan. Mereka berperang untuk dunia, untuk
kebanggaan nasionalisme, sehingga bukan kemenangan yang didapatkan tetapi
kekalahan.
Oleh karena itu, berpegang teguhlah dengan Kitab Allah dan Rasul-Nya, dan
hindari perpecahan dan perselisihan, membela Al-Aqsha dengan segala cara yang
memungkinkan serta dengan berdoa agar Allah memberikan Palestina kemenangan dan
ketegaran.
-------
Ayo ramaikan twibbon BERSATU UNTUK PALESTINA MENANGKAN AL-AQSHA sebagai bentuk
pengabdian untuk kiblat pertama umat muslim!
👉
https://twb.nz/untukalaqsha

0 Komentar