Semester 2 “The Heavy Semester”


Assalamu’alaikum semuanya..

Post hari ini gue akan menceritakan pengalaman studi gue di semester dua. Gue merasa lega karena telah berhasil menyelesaikan semester yang sangat berat ini dan Alhamdulillah walaupun IP turun tetapi tetap mencapai target. Sebenarnya, alasan semester dua ini gue katakan berat karena gue mengambil 23 sks. Dan kau tahu sebelumnya kan semester satu dulu gue merasakan kegabutan yang haqiqi dengan 18 sks kemudian semester dua ini sks gue bertambah 5 jadi 23 sks , matkul yang gue sodok adalah matkul ProbStok karena gosipnya ProbStok ini lumayan gampang. Dan sepertinya gue merasa kaget di perkuliahan ditambah gue juga mendaftar dua organisasi yaitu IME FTUI 2016 jadi Staff Bidang Pendidikan dan juga Salam UI 19 jadi Staff Biro Media Center.

Dan semua nasib mahasiswa UI selama satu semester ini, tergantung dari kepiawaian dan kehandalan mereka ketika waktu SIAK WAR. Dan bagi yang belum tahu SIAK WAR itu apa adalah peperangan antar mahasiswa UI khususnya satu fakultasnya untuk memperebutkan matkul dan kelas yang berisi nama dosen. Nah, point yang dapat ditarik disini adalah “Siapa yang cepat (ngeklik jadwal) dia yang dapat kelas”. Skill ke-hoqian dan pahala ke-amalan shaleh benar-benar teruji disini karena tidak ada yang tahu pasti siapa yang menang dan kalah hanya Waktu dan Kecepatan Internetlah yang akan menentukan akhirnya.

Sudah pasti kelas yang diburu mahasiswa adalah yang berisi dosen-dosen baik, yang terkenal Auto A atau Auto Isi Sendiri Nilai. Dan pastinya gue sudah berusaha bertanya dengan teman dan juga senior siapa saja dosen yang sikapnya seperti malaikat itu wkwk. Setelah gue list-list nama-nama dosen yang akan dipilih maka sudah saatnya gue siap jiwa raga untuk menjalani SIAK WAR. Perlu diyakini, detik-detik menjelang SIAK WAR rasanya seperti kita memikirkan nasip diri kita masing-masing, ketika ada teman yang ngechat di grup Line atau WA yang bunyinya
“Eh ini pilih matkul apa aja?”
“Bu ini bagus ga ya kira-kira?”, yapp percakapan seperti ini hanya sedikit orang yang meresponnya bahkan tak ayal ada banyak kasus yang tidak ada yang balas. Lagian juga siapa suruh tanya -5 menit menjelang SIAK WAR wkwk.

Alhamdulillah SIAK WAR pertama gue di semester 2 berhasil kulewati, dan gue berpikir bahwa gue adalah yang menang WAR karena sudah mendapatkan dosen-dosen yang baik sesuai rekomendasi senior padahal kenyataannya, cerita-cerita dari senior pun harus diklarifikasi lebih lanjut lagi agar kita tidak terbuai dalam cerita historia romantica(nasib-nasib baik yang dialami senior dahulu).

1. Aljabar Linier
Dan matkul yang akan gue bahas pertama kali ini adalah Aljabar Linier. Ini tuh mata kuliah saingannya Kalkulus, baik Kalkulus dan Aljabar Linier biasanya dosen-dosen pengampuhnya diambil dari FMIPA. Karena ini SIAK WAR dan harus menyusun strategi jadilah saya bertanya-tanya pada senior dosen dari FT yang mengajar Alin and then binggo didapat namanya Pak Bismo berduet dengan Pak Bambang Heru (Bamher) keduanya berasal dari Departemen Teknik Kimia. Nah, alhamdulillah ketika SIAK WAR gue dapat itu kelasnya dan hari-hari perkuliahan gue jalanin. Waktu itu sebelum UTS yang ngajar adalah Pak Bismo, dan gue merasa kalau Alin diajar sama dia seperti gue balik ke zaman SMA dulu dan belajar Bab Matriks. Asli sungguh membosankan ditambah Matriksnya lebih ribet lagi karena harus pakai Teorema Gauss-Jordan wkwk. Tapi, overall Pak Bismo baek dan mantap qolbu, setidaknya gue engga stress daripada kelas lain haha.
Dan barulah kiamat dimulai ketika memasuki Pasca UTS. Pergantian dosen pun dimulai, yang mengajar kelas kita sekarang menjadi Pak Bamher. Dia ini orangnya objektif banget dan sepertinya tipikal dosen yang bodo amat. Waktu itu pernah gue tidur di kelas *upsmaafkansaya dan tetiba beliau melakukan kuis dadakan materinya yang sudah dipelajari tadi di kelas. Alhasil engga ada yang bisa gue jawab samsek, ngasal mode ON haha. Sehingga, mulai saat itu gue bertekad untuk lebih serius dalam Belajar Alin ini. Dan teman seperjuangan gue dalam belajar alin ini adalah Daus (Teknik Perkapalan 2015) yang juga merupakan teman SMA gue di Thirty Sevenea. Daus curhat ke gue, dia engga ngerti alin samsek karena selalu telat setengah jam pelajaran di awal kelas. Okelah gue terima curhatannya dan kita pun belajar Alin bersama-sama. Dan alhamdulillah dengan hanya butuh 3 hari sebelum UAS Alin, gue berhasil ngajarin dia semua yang gue tahu di matkul Alin, sehingga akhirnya dia pun bisa lulus, gue pun juga bahagia karena teman gue engga jd ngulang matkul yang dia bilang sendiri bakalan susah lulus karena kuis dia selalu dapat nilai jelek. Dan gue sendiri pun Alhamdulillah berhasil lulus dengan nilai yang memuaskan wkwk.

2. Dasar Tenik Elektro
Selanjutnya akan gue singkat DTE. DTE ini adalah matkul yang menjadi core gue di semester 2 ini, matkul dasar dari disiplin ilmu teknik elektro. Materi yang diajarkan pun tentang dasar rangkaian listrik, tegangan, arus dan resistor. Dosen yang mengajarkannya pun juga merupakan salah satu dosen terbaik di DTE (Departemen Teknik Elektro) Bu Retno. Cara belajar di kelas itu kita diberikan soal dan dikerjakan dengan cara berdiskusi dalam kelompok, 1 kelompoknya harus 5 orang. Karena pengerjaan soal langsung didiskusikan maka tak heran gue pun sangat antusias mempelajari matkul ini. Namun, yang menakutkan adalah ketika KUIS, soal KUIS Bu Retno terkenal susah dan tricky dan benar saja nilai KUIS gue dapet 50 wkwk. Akhirnya gue mati-matian belajar matkul ini untuk menghadapi UTS dan Alhamdulillah gue berhasil mengerjakan soal UTS dengan lancar.    
Akan tetapi setelah UTS pun mimpi buruk yang sebenarnya terjadi. Dosen pun berganti menjadi Pak Nyoto. Pak Nyoto ini dosen paling senior di DTE dan di kelas dia sering nyuruh mahasiswanya maju untuk ngerjain soal mangkanya banyak yang takut tuh  sama doi. Kalau yang ga bisa jawab soal absennya langsung dicoret sama doi serem bgt kan. Tapi dulu alhamdulillah gue pernah nunjuk jari untuk jawab pertanyaannya sehingga dapet poin. Dan tibalah masa UAS, tapi entah kenapa engga ada yang bisa gue jawab soal UAS DTE, yaudah lah ya gue pasrah dengan mengarang bebas. Dan ketika nilai diumumkan di SIAK pun gue engga berharap banyak, udahlah yang penting lulus, teman-teman gue ada yang ga lulus karena pernah debat soal sama Pak Nyoto wkwk.

3. Fisika Dasar 1
Ini merupakan kelas dan matkul yang gue menangkan pas SIAK WAR. Yapp gue dapet kelas Fisdas 1 yang diajar oleh dosen Pak Farid Thalib (Fartol). Beliau terkenal baik dalam memberikan nilai bahkan ada yang bilang kalo doi pasti Auto A wkwkw Alhamdulillah yak ada matkul gue yang langsung aman di semester dua ini. Tetapi, gue agak kasian deh ketika dia ngajar di kelas, engga ada yang merhatiin sama sekali dan dianya juga terlalu baik engga pernah marahin mahasiswa yang berisik di kelas bahkan ketika ujian dan ada mahasiswa yang nyontek di depannya sekalipun dia cuman diem aja. Tapi yaudahlah itu urusan mereka, yang penting gue yang selalu berjanji pada diri sendiri untuk tidak menyontek. Dan alhamdulillah walaupun soal-soal Fisdas lumayan susah kalau dikerjakan sendiri (read: tidak menyontek), gue berhasil lulus juga ini matkul dengan nilai rada memuaskan haha. Oh iya matkul ini juga ada praktikumnya dan lumayan tuh praktikumnya menguras tenaga karena harus ke FMIPA segala huhu.

4. Islam
Yapp matkul agama ini merupakan mata kuliah tingkat UI yang gaya pembelajarannya disamakan dengan MPKT A/B dimana ada Focus Grup dan Home Grup. Tapi bagi gue sendiri matkul kayak gini adalah ajang buat menambah pundi-pundi nilai A haha. Tapi apesnya dosen yang gue pilih di kelas ini ternyata agak pelit ngasih nilai. Diliat dari hasil pemberian nilai tugas, dia masih memberikan nilai 75 wew pelit bukan. Dan Bismillah gue mencoba melupakan hadiah dunia semata, gue mencoba mengikuti matkul agama ini dengan baik supaya gue disamping dapet nilai dan dapet ilmu juga yang diberikan. Alhamdulillah keduanya berhasil gue dapatkan, nilai bagus dan juga ilmu yang bermanfaat. Memang benar perkataan ustadz, kalo kamu mengikuti akhirat, insya Allah dunia akan mengikutimu.

5. MPK O Bulutangkis
Bultang adalah MPK O yang berhasil gue dapatkan ketika SIAK WAR. Sempat putus harapan ketika WAR belom dapet MPK O, tetapi ketika ngeliat kuota bultang masih ada akhirnya gue pilih itu bultang dan dapet. Lumayan lah dengan gue ikut MPK O ini gue ada sarana untuk berolahraga santai sore hehe. Dan gegara MPK O ini gue juga jadi deket sama Arfanto yang juga sekelas gue MPKT A, jadi setelah MPKT A kita bareng-bareng ke Gymnasium dan main Bultangnya kita selalu berpasangan hehe.

6. MPKT-A Sosial Humaniora
Dulu sebelum SIAK WAR gue nanya-nanya senior dosen MPKT-A mana yang baik nilainya. Nah akhirnya gue dapet nih dosen yang baik dan gue pilih pas SIAK WAR. Nama dosennya Bu Nji Raden Poespawati biasa dipanggil Prof Pupu. Dan bener di kelas beliau baik banget parah dan yang penting santai haha. Di akhir kuliah pun sekelas memberikan kenang-kenangan ke dia berupa kue dan doi senang banget FIX nilai kita aman haha.

7. Probabilitas & Proses Stokastik
Ini adalah mata kuliah semester 4 yang gue ambil di semester 2 bahasa lainnya adalah nyodok SKS. Gue nyodok ini karena gue denger cerita-cerita senior kalau di semester 2 itu masih gampang pelajarannya gegara masih ada matkul tingkat UI yang gabut mangkanya semester 2 lebih baik dimanfaatkan untuk nyodok SKS. Jadilah gue nyodok ProbStok dan selama perkuliahan pun gue rada menyesal kenapa nyodok matkul ini wkwk. Suara dosennya kecil dan juga penjelasannya susah dimengerti. Padahal soal ujian UTS/UASnya itu gampang tetapi entah kenapa gue selalu ngeremehin matkul ini juga dosennya jadilah gue apes banget matkul ini tetapi Alhamdulillah masih diberikan oleh Allah kelulusan.

Sekian cerita studi gue di semester dua, cuman bisa cerita sedikit dan poin-poinnya karena gue juga lagi sibuk organisasi Salam UI 19 dan Pendidikan IME FTUI 2016.

Wassalamu'alaikum.

Posting Komentar

0 Komentar